- Advertisement -spot_img
29.9 C
Kudus
Rabu, 19 Januari 2022
BerandaRembangBalai Arkeologi Temukan Tengkorak dan Besusul Laut Purba

Balai Arkeologi Temukan Tengkorak dan Besusul Laut Purba

- Advertisement -spot_img

Di Kawasan Hutan Bulu

Rembang, suaramuria.com – Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan tengkorak saat meneliti besusul laut di kawasan hutan Desa Karangasem Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang sementara meminta agar lokasi tersebut disterilkan dan tidak dikunjungi warga.

Balai Arkeologi melakukan penelitian selama tiga pekan sejak September – Oktober Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinbudpar Rembang Purwono mengatakan ukuran kerangka kepala manusia sebagaimana orang pada umumnya.

Namun, Dinbudpar Rembang masih belum bisa memastikan hasil temuan tersebut. Sebab, Dinbudpar Kabupaten Rembang masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut dari Balai Arkeologi Yogyakarta. “Kami belum mendapat ijin melakukan publikasi. Karena kami harus menunggu penelitian secara tuntas dari Balai Arkeologi Yogyakarta,” kata dia.

Dia menerangkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa Karangasem untuk mengamankan lokasi tersebut. Balai Arkeologi melakukan eskavasi di lokasi penelitian berukuran sekitar 10×5 meter “Pengamanannya kami serahkan kepada pemerintah desa. Kami menganggap lokasi sangat aman aman. Karena masyarakat belum mengunjungi lokasi penelitian berukuran 10×5 meter itu ,” terang dia. .

“Sambil menunggu nanti kalau penelitian ilmiahnya sudah selesai dan bisa dipublikasikan,” tambah dia.

Purwono mengaku Balai Arkeologi menemukan tengkorak dan besusul di kawasan hutan area Perhutani Desa Karangasem. Balai Arkeologi melakukan penelitian ke Rembang pada September hingga 2 Oktober. ”Balai Arkeologi melakukan penelitian selama tiga pekan. Mereka juga menemukan kepala manusia yang besarnya normal,” tandas dia.

Meski menemukan kerangka ma nusia, penelitian utama fokus pada penemuan besusul laut. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat hutan tempo dulu. ” Bagaimana pola kehidupan masyarakat jaman dulu hingga ada ada besusul laut. Hampir semua di situ banyak besusulnya,” tegas dia. ()

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here