audisi pb djarum suara muria
Atlet cilik yang lolos mendapatkan super tiket menuju babak grand final audisi PB Djarum. (foto : suaramuria)

KUDUS, suaramuria.com –Audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum yang digelar di Kudus meloloskan paling banyak peserta, dibanding empat kota sebelumnya, Sebanyak 30 atlet cilik lolos ke grand final audisi yang bakal dimulai hari ini.

Dari jumlah sebanyak itu, tak satu pun atlet cilik bulu tangkis tuan rumah dari Kabupaten Kudus. Mereka kalah bersaing dengan atlet-atlet luar daerah. Hanya ada dua atlet dari kawasan Muria yang lolos ke grand final.

Keduanya yakni Aarifa Ni’matur Rizqiyyah dari Kabupaten Rembang dan Dewi Rahmah Maulinda dari Kabupaten Pati. Keduanya lolos audisi di kelompok U11 putri.

Peserta yang lolos tersebut akan kembali bersaing dengan 104 atlet cilik lainnya yang lolos audisi di empat kota sebelumnya. Audisi perdana tahun ini di Bandung meloloskan sebanyak 24 anak, Kota Purwokerto dan Surabaya masing-masing 26 anak, dan Solo Raya sebanyak 28 anak.

Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengatakan, total ada sebanyak 134 anak yang bakal bersaing di grand final audisi. Mereka adalah atlet cilik hasil pantauan oleh tim pencari bakat  yang beranggotakan para legenda bulu tangkis Indonesia.

BACA JUGA : Pensiun, Liliyana Natsir Kini Jadi Pencari Bakat

Saat menentukan super tiket pilihan, lanjut Fung, sempat terjadi perdebatan sengit antara para legenda bulutangkis Indonesia dan jajaran pelatih PB Djarum. “Kami sudah berpesan kepada anak-anak agar mempersiapkan diri sebaik mungkin. Sebab peserta di grand final audisi memiliki skill yang bagus,” katanya.

Hadir pada hari terakhir audisi di Kota Kudus Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Sekjen PBSI Achmad Budhiarto. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, tidak ada batasan  berapa jumlah anak yang nanti bakal diterima oleh PB Djarum.

Mereka yang lolos grand final akan mengikuti fase karantina. PB Djarum akan mengumumkan siapa saja peserta yang berhasil menerima Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan klub yang bermarkas di Kudus ini setelah fase karantina.

Sekjen PBSI Achmad Budhiarto mengaku sempat khawatir dengan masa depan bulu tangkis Indonesa. Terlebih saat ini tengah mengalami krisis pemain tunggal baik putra dan putri. “Namun setelah melihat talenta yang ikut audisi ini, saya kembali yakin bulu tangkis Indonesia akan kembali berjaya,” katanya.

Ia berharap pembinaan atlet usia dini tidak lagi diganggu dengan isu miring. Menurut dia, butuh dukungan swasta dan masyarakat umum untuk melakukan pembinaan. Terlebih, PBSI hanya bisa melakukan pembinaan atlet usia 17 tahun ke atas.

“Untuk usia dini kami masih bergantung dengan klub-klub di daerah. Tanpa adanya campur tangan swasta dan dukungan masyarakat, pembinaan bulu tangkis di Indonesia akan mandek,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan