aplikasi jenang dukcapil
Seorang warga menerima kutipan akta kelahiran yang diurus melalui aplikasi Disdukcapil Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus mengotopimalkan layanan online, selama pandemi Covid-19. Disdukcapil memiliki aplikasi Jenang Dukcapil untuk memudahkan masyarakat.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Kudus Putut Winarno mengatakan, pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan administrasi kependudukan secara dalam jaringan (daring) atau online.

“Kami mempunyai aplikasi jenang dukcapil yang bisa diunduh di google play store untuk mencegah tatap muka di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19),” katanya, Jumat (7/8).

BACA JUGA : Dana Insentif Tenaga Kesehatan Rp 5,01 Miliar Segera Cair

Disebutkan, aplikasi Jenang Dukcapil itu bisa digunakan untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan. Aplikasi layanan kependudukan berbasis android tersebut, kata dia, sudah bisa diunduh di google play store.

Melalui aplikasi tersebut, kata dia, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan.

“Layanan yang bisa digunakan mulai dari pembuatan akta kelahiran, hingga akta kematian. Warga juga bisa mengurus kartu identitas anak, kartu keluarga, permohonan perpindahan keluar daerah, atau kedatangan serta pemutakhiran data dengan aplikasi ini,” katanya.

Perekaman KTP Elektronik

Disebutkan, perubahan data KTP elektronik juga bisa dilayani melalui aplikasi tersebut. Selain mudah, masyarakat juga tidak perlu antre. Warga juga bisa menghindari tatap muka dengan petugas demi mencegah penularan Covid-19.

Disebutkan, warga yang mengajukan permohonan administrasi kependudukan, cukup mengirimkan foto dokumen aslinya yang diunggah melalui aplikasi tersebut.

Khusus untuk perekaman KTP elektronik, kata dia, memang harus hadir untuk melakukan pemindaian sidik jari, retina mata, serta pengambilan gambar wajah pemohon.

Saat ini layanan perekaman KTP elektronik mulai dibuka kembali. Sebelumnya, layanan itu dihentikan akibat dampak pandemi. Proses perekaman data dengan mematuhi protokol kesehatan itu digelar di kantor Disdukcapil Kudus maupun di masing-masing kecamatan.

“Petugas juga rutin membersihkan peralatan yang digunakan untuk perekaman KTP-el. Secara rutin petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan setelah dipakai,” katanya.

Selain itu, Disdukcapil Kudus juga masih melayani perekaman KTP-el di rumah.

Layanan tersebut dikhususkan untuk untuk kaum manula maupun warga yang mengalami sakit parah dan tidak mungkin ke kantor Disdukcapil Kudus maupun ke kantor kecamatan.

Sejak 28 Juli hingga 3 Agustus 2020, tercatat 932 pemohon yang melakukan cetak KTP elektronik.

Jumlah penduduk di Kabupaten Kudus sebanyak 863.495 orang dan yang belum melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 3.544 orang dari jumlah wajib KTP sebanyak 638.637 orang. Sementara warga Kudus yang sudah perekaman KTP elektronik sebanyak 635.093 orang. (SRM)

Tinggalkan Balasan