Ansor Pati Rintis Bisnis Angkringan di Semua Kecamatan
PC GP Ansor Pati menyiapkan wirausaha angkringan untuk penguatan ekonomi kader.

PATI, suaramuria.com – Tidak sebatas pengkaderan, syiar, mengawal ulama, dan urusan sosial, Gerakan Pemuda (GP) Ansor belakangan juga fokus menguatkan ekonomi kader.

Selain penguatan kapasitas berbasis keterampilan, kini badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) itu, konsen mengembangkan usaha angkringan. Pihaknya menargetkan membuka 21 angkringan tahun depan.

“Untuk tahap awal kami membuka lima angkringan. Sedangkan tahap kedua, Maret atau April tahun depan akan kami tambah tujuh angkringan. Setelah itu tahap ketiga akan berkembang lagi,” ujar Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Pati Itqonul Hakim di sela-sela Pelatihan Wirausaha Angkringan di Juwana, Jumat (27/12/2019).

BACA JUGA : Mirip JKN-KIS, LAZISNU Kudus Luncurkan Kartu Peduli Marbot Masjid

Wirausaha yang berorientasi pada kader itu dikelola PC dengan struktur di tingkat kecamatan, yakni Pimpinan Anak Cabang (PAC). Pengelolaan wirausaha dengan label Green Ankringan di bawah manajemen Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Pati.

Itqon optimistis wirausaha angkringan akan berkembang pesat. Mengingat, usaha tersebut berbasis komunitas lantaran merupakan tempat bersantai dan nonkrong.

“Kami memiliki 5.000 kader di Pati sehingga terlalu sulit mengembangkan wirausaha angkringan. Itu belum jaringan kami ke sesama Banom NU, seperti IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, dan lainnya,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, wirausaha angkringan juga diproyeksikan memberi efek domino terhadap kader dan keluarganya. Aneka makanan yang dijajakan di angkringan dapat di-supply oleh sejumlah kader atau keluarganya di luar pengelola.

Sejauh ini, lanjut dia, banyak kader yang telah memiliki usaha rumahan yang menghasilkan beragam produk seperti kopi. Selain itu, kader yang perlu dipacu perekonomiannya juga diberdayakan untuk memroduksi makanan.

Diikuti 5 PAC

Sementara, pelatihan yang berlangsung 27-29 Desember diikuti lima PAC yang bakal mengelola angkringan. Mereka, yakni PAC Kayen, Margoyoso, Juwana, Pati Kota, dan Pucakwangi.

“Sebelum menjalankan wirausaha kami membekali manajemen. Termasuk mendorong pengelolaan yang inovatif seperti melengkapi angkringan dengan wifi gratis, produk variatif, dan tentu saja terjamin kebersihan serta kehalalannya,” paparnya. (SRM)

Tinggalkan Balasan