- Advertisement -spot_img
28.9 C
Kudus
Sabtu, 31 Juli 2021
BerandaKudusAngkat Kearifan Lokal, Website Karya Mahasiswa UMK Sabet Penghargaan Internasional

Angkat Kearifan Lokal, Website Karya Mahasiswa UMK Sabet Penghargaan Internasional

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Nilai kearifan lokal menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran. Ini terlihat dari website pembelajaran karya mahasiswa UMK, yang baru-baru ini menyabet penghargaan internasional.

Empat mahasiswa terlihat serius menatap layar laptop yang berada di depannya. Sembari memainkan mouse di tangan, mereka menata beberapa hal terkait di website karya mahasiswa UMK itu.

Sesekali mereka terlihat diskusi dengan temannya untuk mengecek sudah benar atau belum.

Empat mahasiswa tersebut tengah mengembangkan website edukasi pendidikan Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.

Selain itu mereka juga menyisipkan tema local wisdom (kearifan lokal – Red) yang ada di Kudus. Sehingga mereka yang belajar lewat website tersebut selain memperdalam Bahasa Inggris, juga mengenal kebudayaan Kudus yang penuh nilai.

BACA JUGA : Mahasiswa UMK Terima Pendanaan Program Kreatifitas Rp 287 Juta

Laman yang dikembangkan itu pada 20 Juni 2021 lalu mendapatnya medali emas dalam lomba internasional yang diadakan World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2021.

Website tersebut dinamakan Educational English Language with Local Wisdom Gusjigang. “Ide ini muncul saat jagong,” kata anggota tim Tri Setiyana Kamis (24/6/2021).

Saat itu muncul ide untuk membuat website pembelajaran Bahasa Inggris, namun menggunakan tema budaya kearifan lokal. Sehingga pembelajaran akan lebih mengena karena temanya dari budaya lokal. Selain itu juga untuk ‘nguri-nguri’ budaya.

Sekolah Dasar

Website pembelajaran ini dirancang untuk membantu anak usia 6 – 12 tahun atau usia sekolah dasar dalam mengenal bahasa internasional tanpa menghilangkan pengetahuan budayanya. Sehingga dengan website tersebut, maka ada dua pengetahuan yang akan didapatkan.

Pada halaman portal itu terdapat sejumlah fitur untuk pembelajaran, dilengkapi gambar bertema kebudayaan. Seperti gambar Menara Kudus misalnya. Jika diklik, akan muncul penjelasan singkat terkait gambar itu.

Setelah itu melihat gambar dan deskripsi singkat, siswa bisa mengklik ‘next’ dan akan muncul quis atau pertanyaan yang dijawab siswa, semuanya memakai Bahasa Inggris. Ada jawaban A dan B dalam si setiap pertanyaan.

Dilengkapi Suara

Dalam setiap jawaban juga dilengkapi suara, sehingga siswa bisa belajar pelafalan atau pronunciation kata dalam Bahasa Inggris. “Gambar yang ada tentu kami pilih ikon-ikon Kudus dan kearifan lokal Gus Jigang sebagai sumber materi yang digunakan,” terangnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih terus mengembangkan website tersebut agar lebih baik lagi. Sehingga nantinya bisa dinikmati masyarakat atau anak usia SD dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Sebenarnya, setelah mendapatkan medali emas dalam even lomba tersebut, pihaknya tidak perlu mengembangkan lagi. Namun tim sepakat terus memperbaiki pengembangan websitenya agar bisa dimanfaatkan kedepannya lebih baik lagi.

Apalagi seperti pandemi saat ini, memanfaatkan internet sebagai pembelajaran sangat membantu, dengan website tersebut diharapkan bisa memeprmudah siswa belajar dan lebih asyik. Apalagi Bahasa Inggris dikenal salah satu pelajaran yang susah.

Untuk lomba sendiri sebelumnya pihaknya melakukan pendaftaran dan pengiriman dokumen dan extende abstract terlebih dahulu. Akhirnya pihaknya lolos untuk final, ada 288 tim dari 21 negara yang lolos dalam lomba yang diadakan WSEEC 2021.

Pejurian sendiri dilakukan pada 18 Juni 2021 lalu, sementara untuk pemberian penghargaan pada 20 Juni. Dalam proses lomba tersebut, salah satu kendala memang saat presentasi, karena timnya tidak semua berasal dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Tri Setiyana dari pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ahmad Jumanto dari Prodi Bimbingan Konseling (BK), Achmad Abdul Wahid dari Prodi BK dan Silvia Sari Setyowati dari Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Mengarahkan

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lomba Richma Hidayati, M.Pd menambahkan, munculnya ide tersebut memang cukup menarik. Pihaknya akhirnya membimbing untuk membantu mengarahkan agar ide tersebut bisa terealisasi dengan baik.

“Potensi mahasiswa cukup bagus, idenya menarik, akhirnya dengan berbagai penyempurnaan, akhirnya diputuskan kirim lomba,” imbuhnya.

Ternyata ide tersebut membuahkan hasil, tim UMK mampu menyabet medali emas di ajang WSEEC 2021. Sehingga dikancah internasional, mereka bisa bersaing, karena pesertanya juga berasal dari beberapa negera, baik asia hingga eropa.

“Tak hanya memberikan nama baik UMK, namun juga Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.

Tim tersebut juga pernah mendapatkan medali emas saat lomba internasional yang diadakan YISF. Selain medali emas juga mendapatkan special award di even OCIIP Nigeria Afrika Selatan. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: