Pemkab Kudus Anggarkan Rp 2 Miliar Dana Tanggap Bencana
Warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus bergotong royong memperbaiki atap rumah yang rusak akibat angin kencang, (foto : suaramuria)

KUDUS, suaramuria.com – Sejumlah desa di Kabupaten Kudus menjadi sasaran amukan angin kencang dalam lima hari terakhir.

Selasa (12/11/2019) sore, angin kencang merusak seratus rumah lebih milik warga Desa Temulus dan Kirig, Kecamatan Mejobo, Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, dan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menaksir, total kerugian akibat terjangan angin kencang di empat desa di Kabupaten Kudus mencapai Rp 403 juta lebih. Kerugian terbesar berada di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo.

BACA JUGA : Bau Kandang Hilang Dengan Alat Buatan Siswi Madrasah Ini

Sebab selain rumah warga, angin kencang juga merusak atap kandang ayam dan gedung SMK Assaidiyyah di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo. Total kerugian akibat bencana angin kencang di Desa Kirig mencapai Rp 377 juta lebih.

Warga berharap Pemkab Kudus menyalurkan bantuan genting dan kayu untuk atap rumah mereka. Nur Ihsan, warga RT 2 RW 5 Dukuh Kambangan, Desa Temulus mengatakan, hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB.

Warga mulai panik karena hujan yang turun semakin deras disertai dengan angin kencang.

“Kami bertambah panik karena angin bertambah kencang dan merusak seluruh bagian atap rumah saya. Kami lari menyelamatkan diri setelah genting rumah berjatuhan akibat angin kencang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Nur Ihsan.

Hingga Selasa malam, warga masih bergotong-royong memperbaiki kerusakan rumah akibat terjangan angin kencang. Batno Rambat, warga Dukuh Kambangan korban angin kencang lainnya mengatakan, warga membutuhkan bantuan atap genting untuk menambal kerusakan atap akibat angin kencang.

Selain atap genting, kayu “kerpus” atap rumah warga juga banyak yang rusak. Rumah Batno mengalami kerusakan parah di bagian atap. Hampir 75 persen genting rumah tersapu angin kencang.

“Kami berusaha memperbaiki secara swadaya dan gotong royong secara darurat, karena malam ini (tadi malam – Red) keluarga butuh tempat istirahat. Tapi karena banyak genting yang hancur, belum semua teratasi. Semoga segera ada bantuan untuk meringankan beban kami,” katanya.

BPBD Lakukan Pendataan Kerusakan

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bergas Catursasi Penanggungan menambahkan, BPBD bersama pihak kecamatan telah melakukan pendataan kerusakan. Tim relawan akan diterjunkan untuk membantu memperbaiki kerusakan.

Ia memuji sikap gotong royong warga untuk bersama-sama memperbaiki kerusakan rumah, Selasa malam. “Untuk kerusakan di Desa Temulus, PMI sudah menyiapkan bantuan sebanyak 4.000 genting. Rabu pagi akan disalurkan,” katanya.

Bergas meminta warga untuk berhati-hati pada awal musim hujan saat ini. Pasalnya pada perubahan musim kemarau menuju musim hujan kerap disertai dengan angin kencang yang berpotensi merusak bangunan. “Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati saat hujan turun,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan