suara muria pangkas
Sejumlah pekerja menutup jalan yang berlubang dengan aspal di Jalan Sunan Muria Kudus. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Proyek-proyek fisik yang sudah dianggarkan dalam APBD 2020 Kabupaten Kudus terancam mandek akibat dampak pandemi Covid-19. Proyek tersebut terancam tak bisa dilaksanakan karena adanya rasionalisasi anggaran untuk penanganan korona dan turunnya pendapatan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus Sulistyowati mengatakan, ada pemangkasan belanja hingga 50 persen di dinasnya. Saat ini yang masih bisa dikerjakan hanya kegiatan perawatan rutin.

“Untuk kegiatan perawatan rutin seperti pengaspalan jalan masih bisa dilakukan. Untuk proyek fisik yang bersumber dari DAK sepert jalan, kembatan, dan sanitasi kemungkinan dicoret karena adanya rasionalisasi anggaran. Prinsipnya mematuhi ataran SKB 2 Menteri tentang pengadaan barang dan jasa,” katanya.

BACA JUGA : Dampak Covid-19, Pemkab Kudus Pangkas 50 Persen Belanja Dinas

Sulistyowati mengatakan, sebagian proyek fisik saat ini tengah memasuki proyek lelang. Jika nanti ada pemenang, Pemkab Kudus akan menambah klausul terkait pembayaran. Jika tahun ini tidak ada uang akibat rasionalisasi, maka pembayaran ditunda hingga tahun depan.

“Total belanja di Dinas PUPR mencapai Rp 190 miliar. Kemungkinan akan dipangkas hingga 50 persen. Kami masih memilah mana pos kegiatan yang dirasionalisasi,” katanya.

Ketua DPRD Kudus Masan memperkirakan rasionalisasi anggaran belanja di Kabupaten Kudus bisa mencapai Rp 380 miliar. Rasionalisasi anggaran ini merupakan risiko akibat dampak Covid-19 dan menurunnya pendapatan.

“Tidak hanya kegiatan fisik saja, kegiatan lain seperti perjalanan dinas juga akan dipangkas. Meski begitu kami mendorong agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.

Masan berharap kinerja setiap OPD terkait penanganan pandemi Korona dioptimalkan lagi. Pengadaan APD dan perlengkapan tim medis lainnya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) harus dipercepat. Selain itu bantuan keuangan untuk keluarga terdampak Covid-19 juga perlu direalisasikan.

“Dampak Covid-19 sudah dirasakan masyarakat sebulan terakhir. Banyak pekerja yang sudah dirumahkan. Banyak warga yang kehilangan pendapatan. Karena itu bantuan keuangan dari daerah untuk keluarga terdampak harus segera direalisasikan,” katanya. (SRM)

 

Tinggalkan Balasan