pembelajaran tatap muka di pati
Satgas Penanganan Covid-19 Pati menggelar rapat mendadak dengan mengundang camat untuk meredam kian melonjaknya kasus. (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya dimulai Juli tidak dapat dilakukan di Pati. Bupati Haryanto menyatakan, penundaan PTM lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di daerahnya.

“Uji coba sekolah kami pending karena kondisi semacam ini. Kami akan bahas dan rapatkan kembali setelah kondisi normal,” ujarnya seusai rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (16/6).

Dia menjelaskan, jumlah kasus Covid-19 yang terus menunjukkan peningkatan tidak memungkinkan untuk menggelar PTM. Jika dipaksakan maka berisiko terhadap peserta didik.

“Penundaan pembelajaran tatap muka di Pati ini demi menyelamatkan anak-anak dan memutus rantai penularan Covid-19. Apalagi sudah ada anak berusia 15 tahun meninggal dunia terinfeksi Covid-19,” katanya.

BACA JUGA: Ribuan Warga Pati Karantina Mandiri

Fakta demikian, lanjut dia, menunjukkan jika risiko kematian akibat Covid-19 tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Atas pertimbangan itu maka mengambil sikap untuk tidak membuka sekolah terlebih dahulu sampai kondisi benar-benar memungkinkan.

“Kita belum aman dari Covid-19. Nanti kalau sudah normal, pasti kita akan memberi kesempatan,” tandasnya.

Haryanto yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pati meminta jajarannya untuk bertindak tegas atas kegiatan yang menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi terjadi penyabaran Covid-19.

Camat diinstruksikan untuk tidak ragu-ragu menertibkan kerumunan seperti pada acara hajatan dan hiburan yang tidak sesuai Surat Edaran Bupati Pati berkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

“PPKM harus dilaksanakan secara lebih ketat. Tidak usah ewuh membubarkan kerumunan, kita di-back up 36 anggota TNI dari Korem dan 60 anggota Brimob Polda Jateng. Ini sudah emergency, sudah darurat,” lanjutnya.(srm)

Tinggalkan Balasan