akses kredit umkm
Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa saat menggelar serap aspirasi dalam kegiatan reses di Kudus, Rabu (5/8). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Akses kredit sektor UMKM diharapkan mampu menggenjot sektor riil tetap bergerak di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa mendorong perbankan milik pemerintah untuk meningkatkan penyaluran pinjaman permodalannya kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Musthofa menambahkan, kepedulian pemerintah terhadap sektor UMKM cukup besar. Anggaran yang disiapkan juga cukup besar. Pelaku UMKM juga bisa mengaksesnya melalui bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Besarnya anggaran yang disiapkan ini menunjukkan bahwa di tengah pandemi COVID-19, negara tetap hadir agar sektor riil tidak stagnan,” katanya pada penyerapan aspirasi masyarakat dan penyaluran bantuan paket sembako dalam rangka kunjungan kerja masa reses di Kudus, Rabu (5/8).

BACA JUGA : Pajak UMKM Bakal Dibebaskan Selama Pandemi

Ia mencatat bantuan permodalan yang digelontorkan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saja mencapai Rp30 triliunan. Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga telah melakukan pengecekan di sejumlah lembaga perbankan di sejumlah daerah. Termasuk memantau penyaluran kredit di Kabupaten Kudus.

“Realisasinya memang perlu didorong agar lebih besar dengan prioritas untuk UMKM dan perlu diawasi,” katanya.

Musthofa menambahkan, jangan sampai hanya korporasi saja yang mendapatkan kemudahan. Pasalnya ssaat pandemi COVID-19, semua sektor tentunya terdampak pandemi. Ia yakin UMKM masih tetap bisa eksis sepanjang mendapat dukungan pemerintah.

Pemasaran Produk

Terlebih di era digital seperti sekarang ini, bukan hal yang sulit memasarkan produk UMKM melalui internet.

Pandemi COVID-19, lanjut dia, memang memberikan dampak psikologis terhadap pelaku UMKM. Karena itu pemerintah kabupaten maupun provinsi juga perlu memberikan jaminan keamanan atas dampak virus Corona.

Ketika perekonomian di daerah tetap bergerak dengan baik, maka permasalahan pengangguran maupun kredit macet yang dialami perbankan juga bisa teratasi. Ia berharap roda perekonomian tetap jalan,d engan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pemerintah daerah juga harus serdas dan cermat melihat program-program Pemerintah Pusat yang ditujukan untuk pemberdayaan UMKM, sehingga di daerah sektor riil tetap bergerak dengan baik,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan