- Advertisement -spot_img
30 C
Kudus
Rabu, 14 April 2021
BerandaKudusAir Banjir Hitam dan Bau, Warga Tuding Pencemaran Limbah Pabrik

Air Banjir Hitam dan Bau, Warga Tuding Pencemaran Limbah Pabrik

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria.com – Warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengeluh gatal-gatal setelah kampungnya terendam banjir beberapa hari terakhir. Warga menduga keluhan itu berasal dari air banjir yang berwarna hitam dengan bau menyengat.

Warga menduga air banjir bercampur dengan limbah pencemaran dari pabrik yang berada tak jauh dari kampung itu. Pariman, warga Desa Jati Wetan mengatakan, akibat kondisi itu warga tak berani konsumsi air sumur.

“Tiga hari terakhir air banjir berwarna hitam dengan bau menyengat. Air di sumur juga sama, sehingga kami tak berani mengonsumsi air dari sumur. Kami juga mengeluh gatal-gatal karena kondisi air banjir yang seperti ini,” katanya.

BACA JUGA : Kudus Butuh Embung di Wilayah Selatan

Ketinggian genangan banjir di Desa Jati Wetan berkisar 40 centimeter hingga 1,5 meter. Solikah, warga Desa Jati Wetan lainnya menambahkan, warga terpaksa membeli air minum untuk konsumsi sehari-hari.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo meminta dinas terkait menurunkan tim untuk menelusuri air banjir yang berwarna hitam dan berbau menyengat ini.

“Nanti kita uji dulu air banjir ini. Tidaka usah terburu-buru. Kalau sekedar dugaan akibat adanya pencemaran dari pabrik ya susah. Takutnya salah. Uji labnya belum bisa, baru satu mingguan,” katanya.

Kasi Pembinaan dan Pengawasan pada Dinas PKLH Kudus, Rikho M menambahkan, pihaknya sudah mengambil sampel air banjir berwarna hitam di Desa Jati Wetan. Namun hasilnya baru diketahui sekitar dua pekan lagi.

“Kami uji laboratorium dulu. Kalau pencemaran kan indikasinya ada dua. Pertama kita lihat fisik secara hitam dan perlu didukung dengan hasil uji laboratorium. Hasilnya baru ambil kemarin, sudah surut akan kita lakukan peraturan yang ada. Kurang 2 minggu baru diketahui,” katanya.

Bantah Limbah Bocor

Sementara itu, General Manager HRGA Pura Grup Agung Subani membantah dugaan pencemaran limbah di banjir Desa Jati Wetan berasal dari perusahaannya. Dia mengaku bahwa saluran limbah di perusahaannya tidak ada yang terbuka.

Apalagi berwarna hitam, karena menurutnya perusahaannya menggunakan bahan baku kertas berwarna putih.  “Tidak ada saluran limbah yang terbuka kontak dengan saluran warga. Semuanya menggunakan pipa,” katanya kepada wartawan.

Pihaknya telah memberikan keterangan kepada dinas terkait soal limbah perusahaannya. “Tim dari dinas juga telah mengambil sampel limbah di perusahaan kami. Air dari IPAL perusahaan kami sudah tidak mengeluarkan bau. Namun, kami akan mengikuti investigasi dari tim Pemkab Kudus,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

1,011PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: