- Advertisement -spot_img
26.3 C
Kudus
Sabtu, 22 Januari 2022
BerandaKudusAda PPKM Darurat, Aktivitas Warga Kudus Tak Surut

Ada PPKM Darurat, Aktivitas Warga Kudus Tak Surut

- Advertisement -spot_img

KUDUS, suaramuria – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tak menyurutkan aktivitas warga di Kabupaten Kudus. Koordinator PPKM Darurat Kabupaten Kudus Agus Budi Satriyo mengatakan, penurunan aktivitas di Kabupaten Kudus tidak terlalu signifikan, selama pelaksanaan PPKM Darurat, selama empat hari terakhir.

Kodisi ini bahkan mendapat sorotan khusus dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. Dari tiga indikator yang digunakan yakni, Facebook Mobility, Google Traffic, dan Cahaya Malam dari NASA/NOAA, aktivitas masyaraka di Kudus masih cukup sibuk.

Agus mengatakan, dari penilaian ketiga indikator tersebut, Kabupaten Kudus menjadi salah satu wilayah yang memiliki penurunan mobilitas yang masih rendah dibanding wilayah sekitar.

“Data dari hasil koordinasi semalam, per tanggal 5 Juli, Kabupaten Kudus memang masih rendah penurunan mobilitasnya, yakni hanya mengalami penurunan sekitar 12,2 persen saja,” kata Agus, Rabu (7/7).

BACA JUGA : Modal KTM, Ratusan Mahasiswa UMK Ikuti Vaksinasi

Padahal menurut Budi, salah satu tujuan pelaksanaan PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang yakni mengurangi aktivitas warga di luar rumah. Dengan tetap tinggal di rumah, diharapkan potensi penyebaran Covid-19 bisa dikurangi.

Untuk menekan aktivitas warga, Pemkab Kudus bersama Kepolisian dan TNI mulai menutup akses masuk wilayah kota. Sejumlah ruas jalan utama menuju pusat kota ditutup menggunakan barikade.

Sejumlah petugas tim gabungan Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP terlihat berjaga di sejumlah titik penyekatan. Hanya saja, banyak pengendara yang menghindari penyekatan dengan melati “jalan tikus”.

Penutupan Jalan

Sementara itu, penutupan jalan justru dimanfaatkan sejumlah warga untuk olahraga dan menggelar doa bersama di tengah jalan. Di Jalan Sunan Kudus tak jauh dari Menara Kudus misalnya, banyak remaja bersarung bermain bola di tengah jalan, Rabu pagi.

Sebagian warga juga terlihat menggelar doa bersama di tengah jalan. Roni, salah seorang warga menuturkan, doa bersama digelar secara sederhana dan dalam waktu singkat. “Kami berdoa agar Covid-19 segera hilang dari Kudus,” katanya.

Padamkan LampuTerpisah, Pelaksana tugas Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Agung Dwi Hartono mengatakan, Pemkab Kudus tengah mengkaji untuk memadamkan lampu penerangan jalan di sejumlah titik ruas jalan di pusat kota.

Selain utnuk mengurangi aktivitas warga pada malam hari, pemadaman jalan itu juga untuk mengurangi intensitas cahaya yang dipantau melalui satelit NASA.

“Kepadatan cahaya lampu merupakan satu dari tiga indikator penentu turunnya mobilitas warga suatu kabupaten/kota selama PPKM Darurat. Karena itu lampu jalan di sejumlah ruas akan kami padamkan,” katanya. (srm)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Stay Connected

443FansSuka
397PengikutMengikuti
37PengikutMengikuti
7,164PelangganBerlangganan

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img

Berita Suara Muria Terkini

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here