jalur rempah di pati
Peserta mengikuti diskusi penyusunan rencana aksi jalur rempah di Pati. (foto: suaramuria.com)

PATI, suaramuria.com – Kabupaten Pati menjadi simpul jalur rempah dunia. Hal ini terungkap saat Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah bersama Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemdikbud menggelar diskusi kelompok terpumpun (DKT) penyusunan rencana aksi jalur rempah.

Bagus Ujianto, koordinator kelompok kerja jalur rempah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jateng menyebut diskusi itu dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah pusat untuk penetapan jalur rempah warisan dunia di tahun 2024 mendatang.

“Saat ini diskusi kami fokuskan untuk penyusunan rencana aksi jalur rempah Jawa Tengah di tahun 2021 -2024. Kami ajak unsur dari Disdikbud dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Kabupaten Jepara, Kudus, Pati dan Rembang dan ditambah unsur mahasiswa serta BPCB DIY,” katanya.

BACA JUGA : Pati Bentuk Komisi Irigasi, Dorong Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan jalur rempah sendiri dikatakannya lebih pada pendalaman pertukaran budaya pada era perdagangan rempah. Pengkajian juga dilakukan untuk mencari secara fisik adanya jalur perdagangan, produk budaya, maupun titik persilangan budaya.

“Di pantura timur khususnya Pati, didapati jika Juwana disebut sejak jaman Majapahit telah menjadi pelabuhan utama. Juwana jadi tempat ampiran kapal asing dan lokal. Sehingga saat berlabuh itulah terjadi adanya persilangan budaya, ilmu dan lainnya,”tambahnya.

Dicontohkannya, sejumlah rumah yang ada di Pati bentuknya ada yang menggunakan teknologi Eropa. Selain itu juga ada sejumlah bukti-bukti lainnya.

“Itu baru contoh Pati. Selain itu Jepara juga diketahui sebagai pelabuhan lama. Ada bukti terjadinya pendangkalan laut hingga penutupan pelabuhan lama,”terangnya.

Pertemuan Kedua

Kegiatan DKT itu merupakan pertemuan kali kedua. Sebelumnya juga telah ada pertemuan dengan agenda brainstorming. Sementara diskusi kali ini lebih dikerucutkan aktivitas rencana aksi yang direncanakan akan dikerjakan masing-masing daerah.

“Sebenarnya selain giat DKT ini kami juga memiliki beberapa progam lain untuk jalur rempah di pati. Seperti lomba film pendek untuk mengangkat potensi lokal terkait budaya jalur rempah maupun mengembangkan software berisikan muatan lokal untuk ditujukan ke siswa,”imbuhnya.

Software tersebut, menurutnya akan disuguhkan sebagai informasi yang bisa diunduh. Ada database yang disiapkan untuk cagar budaya dan nantinya juga dilengkapi terkait warisan budaya tak benda. Rencananya software itu akan dilaunching pada Desember mendatang. (SRM)

Tinggalkan Balasan