rapid test tenaga medis
Ilustrasi

KUDUS, suaramuria.com – Sebanyak enam orang tenaga medis RSU dr Loekmonohadi Kudus dikarantina setelah kontak dengan pasien positif Covid-19. Mereka telah menjalani rapid test.

Hasilnya, satu dan enam orang tenaga medis dinyatakan positif. Juru bicara tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, satu orang tenaga medis itu ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Sementara lima orang lainnya masih berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG). Meski begitu, mereka tetap dikarantina di area mess Akbid Kudus yang berada persis di belakang RSU dr Loekmonohadi.

“Petugas medis yang sudah ditetapkan sebagai PDP karena hasil rapid tesnya positif. Hari ini (kemarin – Red) sudah dilakukan uji swab keenam tenaga medis yang dikarantinya. Kami masih menunggu hasilnya,” katanya, Minggu (19/4/2020).

BACA JUGA : Ingat, Kudus Mulai Berlakukan Jam Malam

Disebutkan, tenaga medis yang berstatus PDP diketahui kontak erat dengan salah seorang pasien positif Covid-19 asal Jepara. Dia juga ikut mendampingi pasien saat hendak dirujuk ke rumah sakit di Semarang.

Direktur RS dr Loekmonohadi Kudus dokter Azis Achyar menambahkan, pasien perempuan asal Jepara itu sempat dirawat dua hari d RSU Kudus. Pasien yang dalam kondisi hamil itu kemudian dirujuk dan melahirkan di RS Kariyadi Semarang.

“Kami melakukan rapid tes terhadap bidan yang mendampingi pasien tersebut dan hasilnya positif. Kami telah menyiapkan 700 alat rapid test sebagai langkah untuk mendeteksi dini Covid-19,” katanya.

Kasus Positif

Hingga Minggu (19/4) sore, total ada sebanyak 10 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus. Enam orang berasal dari Kabupaten Kudus, empat lainnya rujukan dari kabupaten lain.

Dari jumlah itu, lima orang masih dirawat di ruang isolasi, tiga pasien dinyatakan sembuh, dan dua lainnya meninggal dunia. Lima pasien positif covid-19 masih dirawat di RSU dr Loekmonohadi (dua pasien) dan RS Mardi Rahayu (dua pasien). Satu pasien lainnya dirujuk ke RSUD KRMT Wongsonegoro.

Sementara itu, total PDP di Kabupaten Kudus mencapai 82 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau sebanyak 158 orang. Sementara OTG yang masih dipantau sebanyak 23 orang. (SRM)

Tinggalkan Balasan