gelar juara simpang 7 master
Kejuaraan Simpang 7 Master X 2020 kembali digelar di GOR Djarum Kaliputu, Selasa – Kamis (18 – 20/2). (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Ratusan atlet cilik mengincar gelar juara Simpang 7 Master. Kejuraan bulu tangkis antar SD sederajat terbesar se wilayah eks-Karesidenan Pati Simpang 7 Master kembali bergulir.

Kejuaraan yang tahun ini memasuki tahun penyelenggaraan ke-10 akan digelar di GOR Djarum Kaliputu Kudus, Selasa – Kamis (18-20/2/2020).

Ketua PBSI Kabupaten Kudus Eddy Prayitno mengatakan, total sebanyak 311 atlet cilik yang berlaga di kejuaraan ini. Mereka akan bertanding di tiga nomor berbeda yakni kelompok kelas I-II, kelas III-IV, dan kelas V-VI.

“Untuk peserta yang atlet dari PB Djarum kami wajibkan main di kelas V-VI, meski pun dia masih duduk di kelas di bawahnya,” kata Edy, Senin (17/2/2020).

BACA JUGA :SD Kanisius Borong Gelar Simpang 7 Master X

Tak hanya SD sederajat di Kabupaten Kudus saja, peserta juga banyak berasal dari Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Mereka bakal saling berebut gelar juara Simpang 7 Master 2020.

SD Kanisius Kudus mengirimkan atlet paling banyak mencapai 45 anak. SD I Jati Wetan dan MI NU Nurus Shofa Karangbener Kudus mengirimkan atlet terbanyak berikutnya masing-masing 19 anak dan 13 anak.

“Untuk kelas pertandingan V-VI kemungkinan SD Kanisius akan mendominasi, namun untuk dua kelas di bawahnya (kelas I-II dan kelas III-IV) kekuatannya cukup merata. Akan banyak kejutan dalam pertandingan ini,” katanya.

Selain menyajikan pertandingan seru, panitia juga akan menggelar lomba untuk para peserta yakni lari bolak-balik, jugling, servis, net silang, smash, dan drive.

“Kami ingin mengemas kejuaraan ini menjadi menarik, fun, namun tetap ada atmosfir kompetisi. Karena itu ada perlombaan yang kami gelar di hari terakhir nanti,” katanya.

Memantau Secara Khusus

Eddy mengatakan, pada kejuaraan ini pihaknya akan memantau secara khusus peserta di kelompok pertandingan kelas I-II. Diharapkan bakal muncul talenta-talenta baru di kelas ini. Untuk peserta di dua kelompok pertandingan lainnya, diperkirakan masih diikuti wajah-wajah lama.

Sementara itu, kelompok pertandingan kelas I-II akan menjadi fondasi pembinaan atlet bulu tangkis. Pasalnya, mereka masih akan memiliki banyak waktu untuk mengembangkan diri.

“Kami berharap mereka tetap konsisten untuk berlatih dan menimba ilmu dari para seniornya. Tidak menutup kemungkinan atlet kelas dunia di masa mendatang akan lahir dari kejuaraan ini,” katanya. (SRM)

Tinggalkan Balasan