enceng gondok suara muria
Petugas gabungan dan warga bergotong royong membersihkan enceng gondok di alur Sungai Juwana, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan. (foto : suaramuria.com)

KUDUS, suaramuria.com – Air yang merendam 275 hektare lahan pertanian di Desa Berugenjang, Wonosoco dan Lambangan Kecamatan Undaan Kudus, diharapkan segera surut dalam beberapa hari ke depan.

Penyusutan genangan terjadi setelah dilakukannya pembersihan tanaman enceng gondok dan ranting pohon di alur Sungai Juwana, sekitar jembatan Dukuh Jongso Desa Wotan Kecamatan Sukolilo Pati yang berbatasan dengan Desa Karangrowo Undaan.

Gerakan pembersihan enceng gondok di alur sungai sepanjang 200 meter, lebar sungai 25 meter dengan ketebalan sekitar satu meter, berlangsung Rabu (4/12).

Kerja bakti dilakukan sekitar 80 orang dari unsur Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Undaan, Tenaga Pembantu Operasional Pemeliharaan (TPOP) Daerah Irigasi Wilalung, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus.

BACA JUGA : PR Gentong Gotri Bayar Rapelan Pesangon Ribuan Buruh

Selain itu jajaran TNI- Polri, Pemerintah Kecamatan Undaan, anggota Perkumpulan Persaudaraan Kepala Desa (PPKD), serta warga sekitar. Enceng gondok dibersihkan karena tanaman itu telah menghambat arus Sungai Londo di kawasan Undaan yang mengalir masuk ke Sungai Juwana.

“Kami yakin pengaruhnya cukup signifikan dalam mengurangi genangan,” ungkap Kepala UPT II Pengairan Dinas PUPR Kudus, Muhtarom.

Hingga kemarin kedalaman genangan air di lahan pertanian Desa Berugenjang dan Wonosoco masih sekitar 50 cm hingga 70 cm. Dengan dibersihkannya enceng gondok air langsung mengalir lancar, dan dalam satu hingga tiga hari ke depan diperkirakan susutnya mencapai lebih 50 persen.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 02/Undaan, Kapten Ibnu Latifurrohman mengatakan, pembersihan tanaman enceng gondok dan ranting pohon di Sungai Juwana bertujuan memperlancar aliran air dari hulu Sungai Londo. Kerja bakti berjalan beberapa jam dengan menggunakan alat manual seperti kayu, sabit dan parang.

Sedang menurut Kades Berugenjang Undaan, Kiswo, pembersihan enceng gondok hanya sasaran antara untuk memperlancar sementara arus Sungai Londo.

Genangan sawah di Desa Berugenjang, Wonosoco dan Lambangan yang terjadi hampir setiap tahun, dapat di atasi jika dilakukan normalisasi Sungai Londo, membuat pintu air pertemuan Sungai Londo dan saluran

JU-3DA, serta optimalisasi lahan pertanian di sawah yang masuk area cekungan. “Bila tiga hal itu dipenuhi, kami yakin tidak akan ada lagi sawah di tiga desa tersebut yang tergenang,” ujar Kiswo yang juga Ketua PPKD Kabupaten Kudus.

Seperti diketahui, dalam dua pekan terakhir petani di tiga desa di Kecamatan Undaan mengalami kerugian ratusan juta, yang diakibatkan bibit padi untuk persiapan musim tanam pertama (MT I) 2019/2020 mati terendam.

Jumlah luasan lahan pertanian yang tidak dapat diselamatkan mencapai 275 hektare, masing di Desa Berugenjang 75 hektare, Desa Wonosoco 150 hektare dan Desa Lambangan 50 hektare. (SRM)

Tinggalkan Balasan